<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zurasaka's Weblog</title>
	<atom:link href="http://zurasaka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zurasaka.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Nov 2008 15:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zurasaka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/035cccbc612f120f2747fed97a37cae5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Zurasaka's Weblog</title>
		<link>http://zurasaka.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MANAJEMEN REWARD</title>
		<link>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/manajemen-reward/</link>
		<comments>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/manajemen-reward/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 15:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zurasaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zurasaka.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 
 
Tujuan dari pengelolaan sistem reward di dalam organisasi adalah untuk menarik dan mempertahankan sumber daya manusia, karena organisasi memerlukannya untuk mencapai sasaran-sasarannya. Sebagai timbal balik dari jasa karyawan dan menjaga tingkat prestasi tinggi maka motivasi dan komitmen mereka perlu ditingkatkan.
 
Dalam konteks MSDM, manajemen reward tidak semata hanya pada pemberian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zurasaka.wordpress.com&blog=3483611&post=51&subd=zurasaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tujuan dari pengelolaan sistem reward di dalam organisasi adalah untuk menarik dan mempertahankan sumber daya manusia, karena organisasi memerlukannya untuk mencapai sasaran-sasarannya. Sebagai timbal balik dari jasa karyawan dan menjaga tingkat prestasi tinggi maka motivasi dan komitmen mereka perlu ditingkatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam konteks MSDM, manajemen reward tidak semata hanya pada pemberian reward dan insentif, misalnya upah dan gaji, bonus, komisi dan pembagian laba yang biasa disebut reward ekstrinsik. Namun hal yang tak kalah penting adalah reward instrinsik (non finansial) yang merupakan pemuas kebutuhan psikologis karyawan seperti pekerjaan yang menantang, prestasi, pengakuan, otonomi, kesempatan mengembangkan diri, dan pemberian kesempatan dalam proses pengambilan keputusan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Reward dapat dibedakan menjadi dua, yaitu reward intrinsik dan reward ekstrinsik. Reward intrinsik yaitu reward yang diterima karyawan untuk dirinya sendiri. Biasanya reward ini merupakan nilai positif atau rasa puas karyawan terhadap dirinya sendiri karena telah menyelesaikan suatu tugas yang baginya cukup menantang. Teknik-teknik pemerkayaan pekerjaan, seperti pemberian peran dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab yang lebih besar, kebebasan dan keleluasaan kerja yang lebih besar dengan tujuan untuk meningkatkan harga diri karyawan, secara intrinsik merupakan imbalan bagi karyawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Reward ekstrinsik mencakup kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung dan reward bukan uang. Termasuk dalam kompensasi langsung antara lain adalah gaji pokok, upah lembur, pembayaran insentif, tunjangan, bonus; sedangkan termasuk kompensasi tidak langsung antara lain jaminan sosial, asuransi, pensiun, pesangon, cuti kerja, pelatihan dan liburan. Reward bukan uang adalah kepuasan yang diterima karyawan dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis dan/atau phisik dimana karyawan bekerja. Termasuk reward bukan uang misalnya rasa aman, atau lingkungan kerja yang nyaman, pengembangan diri, fleksibilitas karier, peluang kenaikan penghasilan, simbol status, pujian dan pengakuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Beberapa macam skema sistem reward antara lain :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Nilai waktu</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Sistem ini mengacu kepada jumlah jam kerja. Nilai waktu dapat diklasifikasikan sebagai dasar jam kerja, upah mingguan, atau gaji bulanan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Secara tradisional, pekerja pabrik menerima upah mingguan, pekerja kantor menerima upah bulanan dan sebaliknya pekerja paruh waktu menerima upah berdasarkan jam kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Keuntungannya adalah relatif mudah dalam pengelolaan dan penyediaan biaya tenaga kerja yang diprediksikan, sedangkan kerugiannya adalah sistem tidak menekankan pada kuantitas output yang mengakibatkan menurunnya kualitas hasil kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Beberapa kritik yang dilontarkan para ahli pada sistem ini adalah jika biaya output secara teoritis menurun karena kompetensi karyawan meningkat, maka karyawan tidak mempunyai motivasi untuk lebih produktif. Misalnya, 2 orang pekerja yang menerima gaji 500.000 per minggu. Salah satu meningkatkan output secara dramatis dari 100 ke 200 unit per minggu, sedangkan yang satunya tetap menghasilkan 100 unit. Hal ini jelas merupakan keuntungan bagi organisasi, namun tidak bagi karyawan. Reward yang diterima karyawan dalam contoh tersebut sama, baik ketika ia berhasil menyelesaikan pekerjaan sebanyak 100 unit atau 200 unit. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa individu berkeinginan untuk menjadi pekerja yang produktif jika reward yang diterima sama saja dengan karyawan yang tidak produktif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Pengajian berdasarkan hasil</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Sistem ini merupakan jawaban atas kritik terhadap sistem nilai waktu yang diperkaya dengan skema penggajian berdasarkan hasil-hasilnya (payment by result, PBR). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Keuntungan digunakan sistem ini antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Mudah diterapkan terutama pada karyawan yang bekerja yang mengutamakan kuantitas seperti sales.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Karyawan dimotivasi untuk melakukan usaha ekstra karena embel-embel penghasilan tambahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Upah secara langsung dihubungkan dengan hasil dan supervisi yang sedikit dijalankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Namun kelemahannya adalah sistem ini sukar diterapkan pada karyawan yang menghasilkan output yang mengutamakan kualitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Penggajian berdasarkan      Prestasi</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Penggajian berdasarkan<span> </span>prestasi (performance-related pay, PRP) tidak hanya mempertimbangkan hasil-hasil atau output tetapi juga perilaku aktual dari pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Prestasi individu diukur berdasarkan sasaran-sasaran yang ditetapkan sebelumnya atau dibandingkan dengan berbagai tugas yang sudah tersusun pada job description.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Namun, untuk mempergunakan sistem ini, diperlukan berbagai syarat agar sistem reward berdasarkan prestasi berjalan efektif antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Perlu diadakannya percobaan untuk menghubungkan prestasi individu dengan sasaran organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Susunan gaji harus cukup lebar untuk mengakomodasi perbedaan yang signifikan dalam gaji pokok karyawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Pengukuran prestasi harus handal dan valid, dan harus menghubungkan proses penilaian dengan gaji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Penilai harus ahli dalam menetapkan standar prestasi dan alat melaksanakan penilaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Budaya organisasi harus mendukung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Paket gaji yang diberikan harus kompetitif dan terbuka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Beberapa keunggulan dari dipergunakan sistem ini antara lain : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Insentif dihubungkan dengan target atau sasaran yang ada </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Bila prestasi karyawan dapat diukur dan adanya sistem reward yang berjalan baik, maka prestasi akan cukup memotivasi usaha, dan uang akan dapat dihemat jika organisasi menargetkan reward untuk mereka yang berprestasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Gaji terkait erat dengan usaha produktif, dan prestasi yang buruk tidak mendapat tempat di dalam organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Karyawan menerima umpan balik yang bermanfaat atas prestasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Beberapa kelemahannya antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Reward individual yang berpusat pada diri sendiri dapat merusak kerja sama dan kerja tim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Pekerja yang prestasinya buruk seolah-olah mendapat hukuman. Hal ini tidak menguntungkan karena seharusnya organisasi melakukan upaya untuk memotivasi kelompok ini agar mengembangkan prestasi mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Adanya kecurigaan yang diakibatkan oleh penilaian yang dilakukan secara tertutup, atau penilai tidak kompeten, tidak objektif, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Pertumbuhan pengendalian manajerial atas bawahan diutamakan, dengan maksud mengisolasi individu, hal ini dapat mempengaruhi kerja tim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Penggajian berdasarkan      keterampilan</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Reward berdasarkan keterampilan (skill-based pay) memberikan tekanan kepada input meliputi keterampilan (keahlian) dan kompetensi yang diinjeksikan karyawan di dalam pekerjaan. Sebelum sistem ini dijalankan, perlu dilakukan perencanaan yang baik, jumlah konsultasi terbuka dan partisipasi karyawan, seperti pelatihan yang ditujukan pada akuisisi keterampilan teknis dan keterampilan tim kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Nilai yang harus dicatat dalam kaitannya dengan gaji berdasarkan keterampilan adalah bahwa manajemen yang baik terletak dalam pemanfaatan reward untuk mendukung dan mendorong perubahan perilaku yang diperlukan untuk mengimplementasikan perubahan kontemporer dalam desain dan fungsi organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Reward berdasarkan keterampilan, sebenarnya dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan kinerja karyawan, disamping dapat pula membuat karyawan frustrasi. Bagi karyawan yang memang memiliki keterampilan yang dapat diandalkan, maka pemberian kompensasi berdasarkan keterampilan akan dapat meningkatkan kinerja, sebaliknya bagi karyawan yang tidak memiliki keterampilan dan tidak mempunyai kemampuan untuk meningkatkan keterampilannya, maka sistem pemberian kompensasi ini dapat mengakibatkan karyawan tersebut frustrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Disarikan dari buku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Eugene McKenna dan Nic Beech, 2000. <em>The Essence of Manajemen Sumber Daya Manusia.</em> Yogyakarta : Andi.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zurasaka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zurasaka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zurasaka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zurasaka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zurasaka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zurasaka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zurasaka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zurasaka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zurasaka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zurasaka.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zurasaka.wordpress.com&blog=3483611&post=51&subd=zurasaka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/manajemen-reward/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17ccb0529078f26a0b0c15134b3039d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zurasaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perilaku Organisasi</title>
		<link>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/perilaku-organisasi/</link>
		<comments>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/perilaku-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 15:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zurasaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zurasaka.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[
TEORI PERILAKU ORGANISASI
(Seri Manajemen Sumber Daya Manusia)
 
 
Perilaku organisasi merupakan sebuah studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.
 
Perilaku organisasi adalah sebuah bidang studi, berarti bahwa PO adalah sebuah bidang keahlian khusus yang mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zurasaka.wordpress.com&blog=3483611&post=45&subd=zurasaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">TEORI PERILAKU ORGANISASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">(Seri Manajemen Sumber Daya Manusia)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Perilaku organisasi merupakan sebuah studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Perilaku organisasi adalah sebuah bidang studi, berarti bahwa PO adalah sebuah bidang keahlian khusus yang mempunyai pokok ilmu pengetahuan yang umum. PO mengajarkan tiga factor penentu perilaku dalam organisasi meliputi : Individu, Kelompok dan Struktur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dalam penelitian dikenal dengan variabel dependen dan independent. Begitu juga dengan PO. Variabel dependen adalah factor utama yang ingin dijelaskan atau diprediksikan dan dipengaruhi oleh factor-faktor lain. Beberapa variabel dependen dalam PO meliputi : produktivitas, absensi, turnover, dan kepuasan kerja. Lalu ditambahkan dua variabel lain yaitu perilaku menyimpang di tempat kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasional (organizational citizenship behavior).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Produktivitas.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Suatu organisasi dikatakan produktif bila mencapai tujuan-tujuannya dan melakukannya dengan cara mengubah masukan menjadi hasil dengan biaya serendah mugkin. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Menurut Bernardin dan Russke (1993), produktivitas dapat diartikan sebagai tingkat perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input). John Suprihanto (1994:19) mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan hasil-hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang dipergunakan (input).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Individual. Faktor ini datang dari dalam diri si<span> </span>pekerja dan sudah ada sebelum ia mulai bekerja. Faktor diri tersebut antara lain : karakteristik biografi, kepribadian dan emosi, nilai-nilai dan sikap, persepsi, motivasi, pembelajaran individual, dan kemampuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kelompok. Faktor ini merupakan faktor level kelompok seperti komunikasi, konflik, kekuatan dan politik, tim kerja, struktur kelompok, kepemimpinan dan kepercayaan, dan pembuatan keputusan kelompok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Organisasi. Faktor ini datang dari luar si pekerja dan hampir sepenuhnya dapat diatur dan diubah oleh pimpinan perusahaan sehingga disebut juga faktor-faktor manajemen, yang antara lain : (a) Faktor sosial dan keorganisasian seperti karakteristik perusahan, pendidikan dan latihan, pengawasan, pengupahan dan lingkungan sosial. (b) Faktor fisik antara lain mesin, peralatan, material, lingkungan kerja, metode kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Mangkir</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Absenteeism didefinisikan sebagai ketidakhadiran di kantor tanpa izin. Mangkir merupakan kerugian dan gangguan yang sangat besar bagi pemberi kerja. Tingginya angka ketidakhadiran merugikan perusahaan karena perusahaan tetap mengeluarkan uang untuk membayar gaji pegawai, tetapi di sisi lain pegawai tidak memberikan kontribusi apapun pada saat absen. Dengan demikian, semakin banyak waktu absen yang diambil seorang pegawai, maka semakin berkurang produktivitas kerjanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Beberapa penyebab absenteeism menurut Streers dan Rhodes adalah :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Situasi kerja seperti wilayah pekerjaan, level      pekerjaan, penekanan terhadap kelompok, norma kelompok kerja, gaya      pemimpin, hubungan antar karyawan, dan kesempatan untuk maju.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Nilai-nilai karyawan dan harapan kerja</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Karakteristik personal meliputi pendidikan,      pengalaman, umur, sex dan family size</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kepuasan pada situasi kerja</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Tekanan untuk hadir meliputi kondisi ekonomi dan      pasar, sistem insentif, norma kelompok kerja, etika kerja personal dan      komitmen organisasi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Motivasi kehadiran</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kemampuan untuk hadir meliputi sakit dan kecelakaan,      tanggung jawab keluarga, dan problem transportasi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kehadiran karyawan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Delapan faktor ini merupakan sebuah model konseptual yang didasarkan pada 104 studi tentang ketidakhadiran (Steers dan Rhodes, 1978; dalam Usmara, 2003:51). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Lihat : Handbook of Organizations, Kajian dan Teori Organisasi, editor Usmara, Penerbit Amara Books, Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Turnover</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Perputaran karyawan adalah pengunduran diri secara permanen secara sukarela maupun tidak sukarela dari suatu organisasi. <span style="letter-spacing:.2pt;">Menurut Mueller (2003: hal 2-5), ada beberapa aspek yang bisa dipakai sebagi prediktor dari turnover. Yakni:<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:9pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI">Alternatif –alternatif yang ada di luar organisasi <em>(External alternatives.). </em></span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">Dikarenakan adanya kecenderungan karyawan untuk meninggalkan</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> organisasi di saat mereka memiliki tempat yang menjadi tujuan, maka literatur lebih menekankan pada persepsi mengenai alternatif eksternal sebagai prediktor dari <em>turnover </em>organisasional. (Arnold &amp; Feldman, 1982; Michaels &amp; Spector, 1982;. Mitchell, Holtom, Lee, Sablynski, &amp; Erez, 2001; Price &amp; Mueller, 1981). <strong><em></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:9pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI">Alternatif-alternatif yang ada di dalam organisasi <em>(Internal alternatives). </em></span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI">Menurut Cable dan Turban (2001) dalam Mueller (2003:hal 2-3) bagi banyak karyawan, minat dan ketertarikan pada pekerjaan tidak hanya semata didasarkan pada posisi yang tersedia namun juga konteks organisasi secara keseluruhan. Salah satu konteks organisasional yang penting tersedianya adalah alternatif di dalam organisasi tersebut. Ketersediaan dan kualitas pekerjaan yang bisa diacapai dalam organisasi bisa digunakan sebagai indeks utilitas dari <em>turnover </em>disamping persepsi terhadap alternatif eksternal. Karyawan tidak akan melakukan <em>turnover </em>dari organisasi jika ia merasa bahwa ia bisa atau mempunyai kesempatan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">untuk pindah</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">(internal transfer) </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">ke pekerjaan lain, di organisasi yang sama</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> yang dianggapnya lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:9pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI">Harga /nilai dari perubahan kerja ( <em>Cost of job change) </em></span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI">Individu meninggalkan organisasi seringkali dikarenakan tersedianya alternatif-alternatif yang mendorong mereka untuk keluar dari organisasi. Namun ada faktor lain yang membuat individu memilih untuk tetap bertahan, yakni faktor keterikatan <em>(Embeddedness. </em>Individu yang merasa terikat dengan organisasi cenderung untuk tetap bertahan di organisasi (Mitchell, 2001). Keterikatan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">menunjukkan pada kesulitan yang dihadap oleh individu untuk berpindah /</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> mengubah pekerjaan, meski ia mengetahui adanya alternatif yang lebih baik di luar. Salah satu faktor yang meningkatkan harga dari <em>turnover </em>adalah asuransi kesehatan dan <em>benefit-benefit </em>yang didapat dari organisasi (misal pensiun dan bonus-bonus). Hubungan finansial ini juga berkaitan erat dengan komitmen kontinuans <em>(continuance commitment), </em>yaitu </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">kesadaran karyawan bahwa</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">turnover </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;" lang="FI">membutuhkan biaya (Meyer &amp; Allen,</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;" lang="FI"> 1997) dalam Mueller (2003: hal 4-5)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:9pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;letter-spacing:.2pt;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Kejadian-kejadian kritis (Critical Events). </span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Menurut Beachs (1990) dalam Mueller (2003:10-13), kebanyakan orang jarang memutuskan apakah mereka tetap bertahan di pekerjaan yang ada ataupun tidak, dan tetap mempertahankan pekerjaan yang sama sebagai fungsi dari suatu pilihan dibanding suatu kebiasaan. Kejadian-kejadian kritis, memberikan kejutan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">yang cukup kuat bagi sistem kognitif individu untuk menilai ulang kembali situasi</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">yang dihadapi dan melakukan tindakan nyata. Contoh dari kejadian-kejadian kritis</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;"> diantaranya adalah perkawinan, perceraian, sakit atau kematian dari pasangan, </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">kelahiran anak, kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan seperti diabaikan dalam</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;"> hal promosi, menerima tawaran yang lebih menjanjikan atau mendengar tentang kesempatan kerja yang lain. Semua kejadan-kejadian tersebut bisa meningkatkan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">atau menurunkan kecenderungan seseorang untuk</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">turnover, </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;">karena setiap kejadian</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;"> bisa disikapi secara berbeda antara individu yang satu dengan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Tercakup di dalam kejadian-kejadian kritis adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.7in;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;letter-spacing:.2pt;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Kejadian yang berulang <em>(continuation events)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.7in;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;letter-spacing:.2pt;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Kejadian yang bersifat netral <em>(neutral events)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.7in;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;letter-spacing:.2pt;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.2pt;">Kejadian yang tidak berulang <em>(discontinuation events)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:.1pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="EN-GB">Lihat : Mueller ,John Dwight Kammeyer. 2003. <span style="text-decoration:underline;"><span>Turnover Processes in a Temporal Context:It’s About Time</span></span><span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Perilaku Kewargaan Organisasi (Organizational Citizenship Behavior)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif. Organizational Citizenship Behavior (OCB) ini juga sering diartikan sebagai perilaku yang melebihi kewajiban formal (ekstra role) yang tidak berhubungan dengan kompensasi langsung. Artinya, seseorang yang memiliki OCB tinggi tidak akan dibayar dalam bentuk uang atau bonus tertentu, namun OCB lebih kepada perilaku sosial dari masing-masing individu untuk bekerja melebihi apa yang diharapkan, seperti membantu rekan di saat jam istirahat dengan sukarela adalah salah satu contohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kedudukan OCB sebagai salah satu bentuk perilaku extra-role, telah menarik perhatian dan perdebatan panjang di kalangan praktisi organisasi, peneliti maupun akademisi. Podsakoff (2000) mencatat lebih dari 150 artikel yang diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah dalam kurun waktu 1997 hingga 1998. Namun demikian, penelitian di lapangan masih meninggalkan beberapa permasalahan krusial yang menuntut penanganan yang lebih intensif dan menyeluruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Beberapa faktor yang mempengaruhi OCB antara lain (Organ, 1995; Sloat, 1999) :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Budaya dan iklim      organisasi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kepribadian dan suasana      hati</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Persepsi terhadap      dukungan organisasional</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Persepsi terhadap      kualitas hubungan/interaksi atasan bawahan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Masa kerja, dan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Jenis Kelamin</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Sedangkan Spector (1997, dalam Robbins, 2003:105) menambahkan kepuasan terhadap kualitas kehidupan kerja sebagai penentu utama dari perilaku kewarganegaraan yang baik dari seorang karyawan <em>(organizational citizenship behavior-OCB).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Catatan Pribadi : saya sendiri menganggap OCB lebih dipengaruhi oleh kepribadian atau lebih tepatnya kecerdasan emosi. Dibandingkan faktor2 situasional dan kondisi kerja di atas atau dapat dijadikan mediator atau perantara dari faktor-faktor di atas. Karena berdasarkan pengalaman kerja saya selama ini, dapat dilihat bahwa banyak karyawan yang puas dengan kondisi dan situasi kerja namun tetap tidak memiliki perilaku ekstra seperti ini. Orang-orang yang memiliki OCB tinggi ini umumnya supel dan ramah, perilaku nya tidak didorong oleh embel-embel duit,<span> </span>sukarela dan iklas membantu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Kepuasan Kerja (Job Satisfaction)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Kepuasan kerja merupakan penerimaan positif atas kondisi dan situasi kerja.. Tidak seperti variabel sebelumnya, kepuasan kerja lebih menggambarkan sikap daripada perilaku. Dijadikannya kepuasan sebagai variabell dependen yang utama didasarkan pada berbagai penelitian yang memeperlihatkan hubungan kepuasan kerja dengan banyak faktor lain oleh peneliti PO.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN"><span> </span>Keyakinan bahwa karyawan yang merasa puas lebih produktif bila dibandingkan dengan karyawan yang tidak puas telah menjadi prinsip dasar di antara para manager selama bertahun-tahun, meski pun akhir-kahir ini terdapat keraguan tentang hubungan antara kepuasan – kinerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Penelitian yang mendukung berhasil dikumpulkan dari 2.500 unit bisnis yang menemukan bahwa unit yang mendapat nilai di atas 25 persen dalam survey opini karyawan adalah mencapai rata-rata 4,6% di atas anggaran penjualan mereka untuk tahun tersebut. Sementara mereka yang mendapat nilai dibawah 25 persen adalah 0,8 di bawah anggaran. Artinya, memang terdapat perbedaan yang signifikan dilihat dari kinerja berdasarkan kepuasan kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Namun sebuah model yang dikembangkan oleh Lawyer justru sebaliknya. Dengan mengadopsi teori pengharapan, Lawyer menyusun sebuah model dengan urutan : Motivasi – Usaha / Kemampuan – Kinerja – Hasil kerja – Kepuasan. Atau dapat dinyatakan bahwa : </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Pertama, kekuatan motivasi seseorang untuk      berkinerja baik secara langsung nampak dari usahanya (seberapa keras ia      bekerja). Usaha yang dihasilkan ini bisa saja menghasilkan kinerja yang      bagus tepai bisa juga tidak, karena sekurang-kurangnya dua faktor harus      benar jika usaha (effort) harus dikonversikan menjadi kinerja. Pertama,      orang tersebut harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan agar mampu bekerja      dengan baik. Jika kemampuan dan usaha yang tidak tinggi maka tidak akan      menghasilkan kinerja yang baik. Faktor kedua adalah persepsi orang      tersebut tentang bagaimana usahanya dikonversikan dengan sebaik-baiknya      menjadi kinerja. Di asumsikan bahwa persepsi ini dipelajari oleh individu      dari pengalaman sebelumnya pada situasi yang sama. Persepsi “bagaimana      melakukannya” ini jelas bisa lebar sekali variannya, dan kalau muncul      persepsi salah maka kinerja bisa saja rendah meskipun usaha dan motivasi      tinggi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Kedua, ketika terjadi kinerja, individu      memperoleh sejumlah hadil dari kerja. Hasil kerja<span> </span>ekstrinsik yang bisa saja tidak<span> </span>diterima oleh individu</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Ketiga, sebagai akibat dari diperolehnya hasil      kerja dan persepsi yenyang nilai rata-rata hasil kerja, individu memiliki      respon efektif positif atau negatif (kepuasan atau ketidakpuasan)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN">Keempat, model ini menunjukkan peristiwa yang      terjadi mempengaruhi perilaku organisasi dengan mengubah persepsi E – P,P      – O, dan V. Proses ini digambarkan dalam garis putar umpan balik dan      kemudian kembali ke motivasi.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;letter-spacing:-.4pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Lihat : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Handbook of Organizations, Kajian dan Teori Organisasi, editor Usmara, Penerbit Amara Books, Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi, Buku 1 &amp; 2. Salemba Empat, Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Robbins dan Judge. 2008. Perilaku Organisasi, Buku 1, Cet. 12. Salemba Empat, Jakarta.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zurasaka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zurasaka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zurasaka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zurasaka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zurasaka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zurasaka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zurasaka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zurasaka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zurasaka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zurasaka.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zurasaka.wordpress.com&blog=3483611&post=45&subd=zurasaka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zurasaka.wordpress.com/2008/11/25/perilaku-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/17ccb0529078f26a0b0c15134b3039d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zurasaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>